TAHAPAN BELAJAR MEMBACA ANAK

TAHAPAN ANAK BELAJAR MEMBACA

Mengenalkan sesuatu perlu proses yang urut, jika menginginkan hasil yg baik. Kalo mau mengenalkan makanan padat pada bayi, maka prosesnya harus diawali dg makanan yg encer sekali hampir spt air, lalu ditingkatkan lagi kepadatannya sampe bayi dapat mengunyah dan mencerna makanan padat dg baik. Tidak mungkin kita kenalkan makanan padat langsung tanpa proses pengenalan makanan yg lebih lunak dulu karena pencernaan bayi bisa bermasalah.

Begitu juga dengan membaca, ada tahapan proses yang harus dilalui bun. Membaca itu adalah keterampilan yang harus dilatih atau distimulus. Secara normal membaca bukanlah bakat alami yang akan muncul dengan sendirinya. Buktinya jumlah angka buta huruf itu tinggi lo.

Anak tidak bisa langsung membaca buku, tanpa memahami hukum pertemuan antar huruf. Membaca itu sebuah ketrampilan yg dalam menguasainya perlu dukungan, waktu, dan kesempatan.

Membaca bukan bakat alam, anak2 perlu mempelajarinya spt belajar ketrampilan berenang. Anak2 ga bisa otomatis menguasai renang hanya dg melihat orang lain berenang. Juga menjahit, anak2 tidak bisa tiba2 bisa menjahit hanya dg melihat orang lain menjahit.

Membaca juga begitu, anak2 tidak dapat langsung bisa membaca hanya dengan mendengar cerita orang dewasa membaca buku. Lalui tahapan belajar membaca dengan baik, karena proses yg baik dapat memberikan hasil yang baik dan tidak menimbulkan stres pada anak.

Semua pakar literasi sepakat bahwa belajar membaca itu ada tahapannya.
Beberapa tahapan itu di antaranya seperti ini:

1. Mengenal nama huruf (sebagian ada yg menggunakan metode kenal suku kata dulu)
2. Memahami bunyi huruf jika bertemu dengan 1 huruf lainnya seperti ba, ca, fa, ga
3. Memahami cara membaca kata sederhana seperti ja-ka, ra-ja, dll
4. Memahami cara membaca kalimat sederhana dengan terpatah-patah (pelan2) contoh matahari pagi
5. Bisa memahami cara membaca huruf berakhiran konsonan seperti rak, mak, nah, mah, dll.
6. Mampu membaca kata yang lebih kompleks contoh enak, lebah, rebah, gerak, dll.

7. Dapat membaca kalimat yg lebih kompleks gabungan akhiran konsonan dan vokal secara pelan2. Contoh rubah lari, susu enak, gerak gerik, dll.

8. Bisa membaca cerita sederhana secara terpatah2 (belum lancar). Contoh belajar naik sepeda. Mita suka naik sepeda. Meski dia sering jatuh. Tapi hatinya tetap senang. Jatuh berulangkali, bangkit lagi dan kayuh lagi. Sampai Mita bisa naik sepeda tanpa jatuh lagi.
9. Membaca cerita sederhana secara lancar, tapi belum bisa memahami makna yg dibacanya.
10. Memahami cerita yg dibacanya dg baik.

Nah itulah 10 tahapan yang harus dilalui anak dalam belajar membaca sebelum anak bisa membaca lancar ya bun.Wah ternyata tulisannya panjang banget. Semoga bunda bacanya nggak mumet he he.

Sampai jumpa lagi bun.
Salam buat ananda di rumah 😉😊

Laskar ABACA 16